Buchcover von „Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia“ von Faramarz Kowsari
Deutschsprachige BuchvorstellungPraxisorientiertes Lernen

Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia

Panduan Visual Lengkap 120 Halaman untuk Kesiapsiagaan, Keselamatan, Tsunami & Pemulihan

„Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia“ ist ein Buch von Faramarz Kowsari im Bereich Praxisorientiertes Lernen. Diese deutschsprachige Entdeckungsseite ordnet den Titel anhand der veröffentlichten Buchmetadaten ein und macht Themen, Zielgruppe, Publikationssprache sowie offizielle Lese- und Kaufwege leichter auffindbar.

Die öffentliche Buchbeschreibung präsentiert den Titel als strukturierten, anwendungsorientierten Leitfaden mit klar benannten Themen und Lernzielen.

Publikationssprache: Indonesisch. Diese Seite ist eine deutschsprachige Orientierung. Das eigentliche Buch ist in Indonesisch veröffentlicht; Titel, Vorschau und Kaufoptionen auf Google Books beziehen sich auf diese Ausgabe.

Worum geht es in diesem Buch?

„Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia“ ist ein Buch von Faramarz Kowsari im Bereich Praxisorientiertes Lernen. Diese deutschsprachige Entdeckungsseite ordnet den Titel anhand der veröffentlichten Buchmetadaten ein und macht Themen, Zielgruppe, Publikationssprache sowie offizielle Lese- und Kaufwege leichter auffindbar.

Die öffentliche Buchbeschreibung präsentiert den Titel als strukturierten, anwendungsorientierten Leitfaden mit klar benannten Themen und Lernzielen.

Ausgewiesene Schwerpunkte

Kesiapsiagaan gempa IndonesiaGempa bumiSesarHiposenter dan episenterMagnitudo dan intensitasSubduksi dan megathrustLikuefaksiLongsorBahaya dan risikoKesiapsiagaan keluargaKeamanan rumahTas siaga bencana72 jam pertamaBMKG

Originale öffentliche Buchbeschreibung

Indonesisch

Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia adalah sistem visual 120 langkah yang dirancang khusus untuk realitas kepulauan Indonesia—bukan terjemahan sederhana dari panduan negara lain. Buku ini menghubungkan ilmu gempa, kesiapsiagaan rumah dan keluarga, tindakan saat guncangan, keputusan tsunami, menit dan jam setelah gempa, 72 jam pertama, serta pemulihan awal. Konteksnya mencakup kota padat, desa, masyarakat pesisir, pulau kecil, rumah sederhana, apartemen, sekolah, pasar, sepeda motor, bus, kereta, feri dan pelabuhan ketika unsur tersebut benar-benar memengaruhi keputusan keselamatan. Bagian awal membangun literasi risiko: sesar, hiposenter, episenter, magnitudo, intensitas, subduksi, gempa susulan, likuefaksi, longsor, paparan, kerentanan, kapasitas dan risiko dijelaskan tanpa mengubah istilah seperti megathrust menjadi ramalan waktu. Bagian persiapan kemudian membawa pembaca ke rumah dan keluarga: mengamankan ruang, menilai bahaya nonstruktural, merencanakan titik temu dan rute, menyiapkan tas siaga, air, makanan, obat, dokumen dan kebutuhan khusus, serta menyimpan inventaris dan informasi penting. Nama dan sistem resmi seperti BMKG, InaTEWS, BNPB, BPBD, InfoBMKG, 112 dan 119 digunakan dengan batasan yang tepat dan kebutuhan verifikasi lokal bila layanan berbeda antardaerah. Saat guncangan, buku memusatkan perhatian pada perlindungan kepala dan tubuh, menghindari lari massal ke pintu, dan menyesuaikan tindakan dengan rumah, sekolah, tempat kerja, pasar, kendaraan dan transportasi. Karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak komunitas pesisir, tsunami mendapat bagian khusus: tanda alam, peringatan resmi, InaTEWS, keputusan untuk bergerak setelah aman dari guncangan, jalur lokal, kemacetan evakuasi, kebutuhan mobilitas, serta pilihan berjalan kaki…

Für wen ist das Buch gedacht?

Die Zielgruppe ergibt sich aus der öffentlichen Buchbeschreibung. Für deutschsprachige Leser ist besonders wichtig, dass die eigentliche Ausgabe in Indonesisch vorliegt.

Untuk warga dan pengunjung Indonesia; keluarga, penyewa, pemilik rumah, pelajar, pekerja, komuter, masyarakat pesisir, lansia, pengasuh, penyandang disabilitas, dan pelancong antarpulau yang membutuhkan sistem visual untuk bersiap sebelum gempa, bertindak saat guncangan, membuat keputusan tsunami, bertahan pada 72 jam pertama, dan memasuki pemulihan awal.

Ausgewiesene Lernziele

Indonesisch

← Zurück zum deutschen Katalog